Kelahiran Joanna

Dimulai dari Senam Hamil yang direkomendasikan Obgyn ku Dr.Winur. Sebenernya udah terlambat banget karena usia kehamilanku 39 weeks. Harusnya dari umur 7 bulan sudah mulai ikut senam hamil. Jangan ditiru ya Ibu-ibu 😀 Tapi akhirnya aku ikut juga senam hamil, daripada tidak sama sekali.

Malam setelah aku senam hamil, aku tidak bisa tidur. Perutnya mules banget. Rasa sakitnya melilit dari pinggang, paha, lalu perut. Mau posisi tidur seperti apapun gak ngaruh, sakitnya luar biasa. Apa mungkin ini yang namanya kontraksi? Soalnya selama ini aku gak tahu membedakan yang mana yang namanya kontraksi. Padahal setiap Rekam Jantung bayi kontraksi terecord di kertas kan tapi ga sakit, nah yang ini kog sakit banget.

Lewat semalam, paginya aku mengeluhkan sakit perut ini ke suami dan mertua. Lalu aku sms dokter juga tentang ini tapi sayangnya tidak dijawab. Akhirnya aku menghubungi RSIA YPK Mandiri dan mereka menyarankan aku untuk segera datang ke rumah sakit.

Sesampainya di YPK, aku bertemu dengan salah satu teman yang tadi malam juga ikut senam hamil. Pagi ini dia pecah ketuban dan berhubung bayinya sungsang, dia harus di caesar pagi itu juga. Huaaaaa aku panik.

Di IGD, suster pun merekam detak jantung bayi. Katanya semua baik, namun kontraksi yang aku alami sudah teratur yang tandanya kemungkinan aku akan melahirkan. Lalu Bidan memeriksa dalam apakah sudah ada pembukaan atau belum. (aku paling benci periksa dalam) Kata Bidan belum ada pembukaan. Aku disuruh tinggal di IGD selama 2 jam, kalau masih belum ada pembukaan aku diijinkan pulang. Kontraksi yang tadinya teratur berangsur-angsur hilang sehingga aku diperbolehkan pulang ke rumah.

Sepulangnya di rumah, sakit perutnya tetap datang namun tidak sesering tadi pagi. Aku pun bobo sore dengan pulas.

Namun menjelang malam, kontraksi yang seperti malam sebelumnya kembali datang. Datangnya lebih intens 10 menit sekali. Karena lama-lama aku terbiasa dengan sakitnya, aku pun berusaha untuk tidur. Tapi aku tidak bisa tidur. Sudah jam 02:00 dini hari aku masih terjaga menahan sakit. Lalu tiba-tiba aku mendengar ada sesuatu yang meledak tapi aku gak tau apa. Posisi tidurku menghadap ke kiri, kedua kakiku tertutup rapat. Curiga dengan bunyi yang tadi pelan-pelan aku membuka kedua kakiku, benar saja ternyata ketubanku pecah dan airnya merembes.

Aku teringat kata Instruktur senam hamil kemarin, kalau ada air keluar deras dan berbau seperti bayclin berarti itu pecah ketuban. Aku panik dan langsung membangunkan suamiku. Lalu suamiku membangunkan mertua. Aku bingung harus bangun atau ridak,  karna aku takut kehilangan banyak air ketuban sehingga bayi tidak selamat. (dasar newbie)

Mertua langsung menyuruhku bangun dari tempat tidur dan menuntun aku. Air ketubannya langsung keluar deras pada saat aku berdiri, lantai pun basah seperti ketumpahan air galon aqua.

Kami langsung menuju ke YPK, dan suster membawaku ke ruang persalinan. (Jam 03:00) Suster merekam jantung bayi dan menghubungi dokter.

Bidan kembali memeriksa dalam apakah sudah ada pembukaan atau belum. Ternyata sudah pembukaan dua. Aku kembali disuruh menunggu. Semua keluarga kumpul di rumah sakit menunggu kelahiran Joanna.

Jam 06:00 Bidan kembali memeriksa dalam namun pembukaan masih tetap pembukaan dua. Karena batas waktu bertahan bayi hanya 12 jam dari saat pecah ketuban, dokter menyarankan untuk induksi. Aku pengen banget melahirkan normal, jadi aku langsung bilang oke kita Induksi aja. (which is my bad mistake) suakiiiiittttttttt poll mulesnya akibat diinduksi.

Dokter belum juga datang, sakit mules karna induksi ini bikin aku emosi. SUSTER SURUH DOKTERNYA DATANG SEKARANG JUGA!!!! Aku pun sudah teriak-teriak jadinya. (hahahahaha tapi sumpah sakit pake BANGET!) Jam 09:00 Bidan memeriksa dalam lagi, MASIH PEMBUKAAN DUA sodara-sodara….. Sudah 6 Jam dari pecah ketuban, air ketubannya semakin kering, membuat setiap gerak bayi luarrrrrr biasa sakitnya. Aku pun masih menunggu.

Akhirnya dokter datang jam 10:00. Beliau bilang sudah mau 8 jam dari sejak pecah ketuban dan masih pembukaan dua. Dokter menyarankan untuk emergency caesar demi keselamatan Ibu dan Bayi. Aku pernah mengalami kehilangan pada kehamilan pertama, pecah ketuban di bulan ke-5, dan melahirkan bayi yang sudah meninggal di dalam. Aku tidak mau mengambil resiko besar kehilangan bayi ini. In the name of JESUS, iya dokter saya mau di operasi.

Masalah selanjutnya adalah, harus ada minimal 3 dokter untuk melakukan c-section. 1 Dokter Anestesi dan 2 Obgyn.  Dokter ku hanya punya 1 Dokter Anestasi tetapi tidak punya partner sesama Obgyn. Berhubung pada jam yang sama masih ada yang operasi Cesio, maka kami harus menunggu mereka selesai dulu supaya dokterku bisa punya partner.

Jam 10:30 aku dipersiapkan untuk Emergency C-Section. Saking sakitnya mules dan kontraksi yang datang karena air ketuban yang semakin sedikit, waktu aku disuntik Anestesi lewat tulang belakang benar-benar tidak berasa. Padahal kata orang itu suntik yang paling sakit kalau kita Ceasar.

10:44 operasi dimulai. Dan Pada Tanggal 23 Agustus 2015 Pukul 10:54, Joanna Agustin Soripada Lumban Gaol lahir ke dunia dengan:

Berat lahir             :   3435 Gram                                   Panjang lahir:  52 Cm

Lingkar kepala     :   34 Cm

11911118_10153542352174663_415000203_n11913098_10153559367554663_1976292043_n11923329_10153559364104663_892963755_n

Aku benar-benar amazed dan terharu melihat kebesaran Tuhan hadir di hadapanku. Bayi mungil yang sangat cantik dan sehat telah dikaruniakan-Nya kepada kami.Praise The Lord!!

Kemudian dokter anak langsung mengobservasi Joanna dan menyodorkan Joanna kepadaku untuk melakukan IMD. Tidak sampai 5 menit Joanna sudah menyusui walaupun ASI ku belum keluar.

Lastly, Terima kasih Tuhan, Joanna boleh lahir dan berada di tengan-tengah keluarga kami. Kami sungguh bersukacita dan berjanji akan bersungguh-sungguh merawat dan membesarkan Joanna.

 

Advertisements

One thought on “Kelahiran Joanna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s